Banner

Banner
Berita Daerah

Tragis! Bocah 7 Tahun Tewas Tertimbun Urukan Tanah, Pengawasan Proyek Dipertanyakan

99
×

Tragis! Bocah 7 Tahun Tewas Tertimbun Urukan Tanah, Pengawasan Proyek Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Media Media 24 Siantar — Nyawa seorang bocah berusia 7 tahun berinisial Z melayang secara tragis setelah tertimbun urukan tanah di Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Kamis (1/1/2026) malam. Insiden memilukan ini memantik sorotan tajam terhadap lemahnya pengawasan aktivitas pengurukan tanah di kawasan permukiman padat penduduk.
Korban dilaporkan hilang sejak sore hari. Warga yang curiga korban berada di sekitar lokasi urukan segera melapor ke aparat kelurahan dan kepolisian. Pencarian dilakukan secara besar-besaran oleh warga, Lurah Tambun Nabolon, Bhabinkamtibmas, serta personel Polsek Siantar Martoba dan Polres Pematangsiantar.
Setelah berjam-jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi tidak bernyawa, terkubur di lokasi urukan tanah yang tengah diratakan untuk pembangunan perumahan. Temuan tersebut menyisakan duka mendalam sekaligus amarah warga.
Ironisnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas pengurukan tanah itu telah berlangsung selama kurang lebih dua minggu menggunakan dua unit alat berat dan sejumlah dump truck. Namun, kuat dugaan kegiatan tersebut berjalan tanpa pengamanan memadai, tanpa pagar pembatas, serta minim pengawasan, meski berada di dekat permukiman warga.
Seorang warga setempat, Raycand, menegaskan bahwa proyek urukan tersebut sejak awal telah menimbulkan keresahan. Selain membahayakan keselamatan, aktivitas alat berat juga merusak saluran parit yang dibangun pemerintah.
“Parit hancur, air hujan tidak lagi mengalir sebagaimana mestinya. Air langsung ke badan jalan dan berpotensi merusak aspal. Ini jelas kelalaian,” tegasnya.
Tragedi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah kegiatan pengurukan tersebut mengantongi izin resmi dan apakah standar keselamatan kerja diterapkan? Hingga bocah malang itu kehilangan nyawa, belum terlihat adanya langkah tegas dari pihak berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan unsur kelalaian atau pelanggaran hukum. Warga mendesak agar pihak pengembang dan instansi terkait dimintai pertanggungjawaban, agar tragedi serupa tidak kembali merenggut korban jiwa.(Kt/red)