Banner

Banner
Berita Daerah

PT BESIK Dinilai Minim Serap Tenaga Kerja Lokal, TKA Asal Tiongkok Justru Mendominasi

1967
×

PT BESIK Dinilai Minim Serap Tenaga Kerja Lokal, TKA Asal Tiongkok Justru Mendominasi

Sebarkan artikel ini

Media Metro 24 Simalungun Sei Mangkei,Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok di kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei kembali memicu sorotan dan keluhan warga, khususnya di sekitar operasional PT Basic Internasional Sumatera (BESIK). Perusahaan yang bergerak di sektor industri ini dinilai sangat minim menyerap tenaga kerja lokal, bahkan dalam posisi non-teknis seperti buruh bangunan.

Masyarakat sekitar, khususnya warga Kabupaten Simalungun, mempertanyakan kebijakan rekrutmen PT BESIK yang lebih memprioritaskan pekerja asing ketimbang masyarakat lokal. Padahal, tingkat pengangguran di daerah ini masih tinggi dan banyak warga yang dinilai layak bekerja, terutama dalam posisi non-spesialis.

Model

“Proyek PT BESIK itu buruh bangunannya ada juga dari Tiongkok. Tak bisa bahasa Indonesia, Inggris pun tidak. Padahal banyak warga sini yang bisa kerja buruh. Kenapa harus pakai pekerja asing?” keluh Ambri, salah seorang warga Kecamatan Bandar yang mengaku pernah mengajukan lamaran ke perusahaan tersebut namun tidak mendapatkan panggilan kerja.

Kondisi ini menciptakan kekhawatiran baru di kalangan pencari kerja lokal yang merasa makin tersisihkan oleh keberadaan TKA. Keberadaan para pekerja asing tanpa kemampuan bahasa lokal maupun internasional juga menimbulkan pertanyaan akan efisiensi dan urgensi perekrutan mereka.

Masyarakat menilai bahwa kehadiran perusahaan di KEK seharusnya membawa manfaat ekonomi langsung, salah satunya dengan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. Minimnya penerimaan pekerja lokal di tengah meningkatnya angka pengangguran, justru menimbulkan kekecewaan dan rasa ketidakadilan.

Sejumlah pihak pun mulai mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam mengawasi dan menindaklanjuti persoalan ketenagakerjaan, khususnya dalam hal prioritas penyerapan tenaga kerja lokal. Kebijakan yang dianggap lebih berpihak pada pekerja asing ketimbang rakyat dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap nasib masyarakat di wilayah sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT BESIK maupun instansi (Red)