Banner

Banner
Berita Daerah

Suasana Haru Sambutan Rombongan Jamaah Haji

133
×

Suasana Haru Sambutan Rombongan Jamaah Haji

Sebarkan artikel ini

MEDIA METRO 24 Siantar – suasana meriah dan penuh haru menyelimuti halaman kantor Wali Kota Pematangsiantar, Jalan Merdeka — saat rombongan jamaah haji dan hajjah resmi tiba. Deru ratusan pasang kaki merapat, disambut dengan tepuk tangan hangat, senyum haru keluarga, dan lantunan doa mengalun di udara pagi itu.

Kerumunan warga, keluarga, dan tokoh kota berkumpul; mulai dari Wali Kota Wesly Silalahi dan Wakil Herlina, pengurus Forkopimda seperti Kapten Edy Tusilo (Danrem) dan Kapten Arm M. Saragih (Dandim 0207/Simalungun), hingga Ketua MUI M. Ali Lubis. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas — tapi simbol kebersamaan dan kebanggaan atas kesuksesan jamaah menunaikan salah satu rukun Islam.

Model

Anggota keluarga yang menanti sejak subuh memeluk hangat para haji. Seorang ibu menitikkan air mata, tergugu saat bertemu anaknya yang baru kembali dari Tanah Suci: “Alhamdulillah… kamu kembali sehat, nak” — seakan doa sepanjang malam terjawab dalam momen.
Di atas panggung terbuka, Wali Kota Wesly Silalahi menyampaikan pesannya dengan khidmat
“Alhamdulillah kita bisa berkumpul kembali. Semoga ibadah yang telah dijalankan diterima Allah SWT dan membawa keberkahan, bukan hanya bagi jamaah, tetapi seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar.”

Beliau mengingatkan agar pengalaman spiritual ini menjadi lompatan perubahan — menjadi pribadi yang lebih sabar, rendah hati, dan teladan bagi keluarga, tetangga, dan masyarakat luas.

Momentum Pemersatu Umat

Rangkaian acara—pembukaan, doa bersama, arahan, foto bersama, dan penutupan—berjalan tepat waktu hingga pukul 08.41 WIB dengan suasana tertib dan penuh kekeluargaan. Para jamaah, dibalut busana ihram putih, dipeluk oleh saudara, guru agama, rekan kerja, bahkan orang asing yang turut mendoakan.

Kehadiran para ulama menambah kesakralan suasana, mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman. Suara tawa kecil anak-anak yang mencium hangat tangan kakek dan neneknya turut mewarnai ruang publik—sebuah potret silaturahmi yang tulus.
Kedatangan jamaah haji ini bukan sekadar ritus rutin tahunan—melainkan momentum refleksi sosial. Wali Kota berharap pengalaman spiritual yang diraih dapat menyemangati pembangunan berbasis nilai keagamaan (ptr).