Media Metro 24SIANTAR — Polemik sengketa lahan yang membelit SMA Negeri 5 Pematangsiantar selama hampir dua dekade akhirnya menemui titik terang. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengambil keputusan tegas dengan menetapkan relokasi sekolah sebagai solusi utama.
Keputusan tersebut diambil usai kunjungan langsung Bobby ke lokasi sekolah di Jalan Medan, Kamis (16/4/2026), yang berdiri di atas lahan milik pihak swasta, yakni keluarga almarhum Hermawanto Lee alias Yempo melalui PT Detis Sari Indah.
Kondisi Sekolah Memprihatinkan
Sebelum menggelar rapat, Bobby terlebih dahulu meninjau kondisi fisik sekolah. Ia mendapati sejumlah fasilitas yang jauh dari kata layak, mulai dari atap ruang kelas yang bocor, meja dan kursi rusak, hingga lapangan yang kerap tergenang banjir akibat buruknya sistem drainase.
Selain itu, gubernur juga memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta berdialog langsung dengan siswa untuk mendengar keluhan mereka terkait proses belajar mengajar.
Relokasi Jadi Keputusan Final
Usai berdiskusi dengan berbagai pihak, Bobby menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan ketidakpastian hukum terus berlarut.
“Kita putuskan akan direlokasi, dengan syarat harus lebih baik dari kondisi sekarang. Siswa juga berharap jaraknya tidak lebih dari satu kilometer dari lokasi saat ini,” tegasnya.
Menurutnya, opsi pembelian lahan di lokasi saat ini dinilai tidak efisien, mengingat kondisi bangunan yang sudah tidak layak. Karena itu, pemerintah fokus mencari lahan baru dengan luas minimal 1,1 hektare.
Target Lahan Satu Minggu
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membuka berbagai opsi, termasuk memanfaatkan lahan milik masyarakat apabila aset pemerintah tidak tersedia di sekitar lokasi.
Bobby bahkan memberikan tenggat waktu singkat.
“Dalam satu minggu kita targetkan lahan sudah ada. Tahun depan kita harapkan sudah masuk tahap pembangunan fisik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi siswa saat ini menjadi perhatian utama, terutama saat hujan turun yang kerap menyebabkan banjir di lingkungan sekolah.
Pemprov dan Pemko Kompak
Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, menyatakan optimisme pihaknya dapat memenuhi target pencarian lahan sesuai arahan gubernur.
Sementara itu, Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui jajaran yang mewakili Wali Kota Wesly Silalahi menegaskan komitmen penuh dalam mendukung proses relokasi, termasuk dalam hal koordinasi dan pengadaan lahan.
Pendidikan Jadi Prioritas
Langkah cepat ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama, sekaligus memastikan siswa SMAN 5 dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.
Pemerintah Provinsi bersama Pemko Pematangsiantar kini terus bergerak mencari solusi terbaik demi keberlanjutan pendidikan, sekaligus mengakhiri sengketa panjang yang selama ini membayangi aktivitas belajar di sekolah tersebut.
Sengketa Berlarut, Muhammad Bobby Afif Nasution Putuskan Relokasi SMAN 5 Pematangsiantar














