MEDIA METRO 24 Simalungun Salah satu proyek pembangunan yang diduga kurang perencanaan tersebut adalah pembangunan parit di Nagori Purba Sari Gang Cebol, Kecamatan Tapian Dolok.Pantauan di lapangan pada Sabtu (21/12/2024), proyek tahun anggaran 2024 tersebut diduga tanpa perencanaan yang matang dan diduga juga kurang pengawasan dari instansi terkait selaku pemilik proyek Warga mempertanyakan perencanaan proyek drainase tersebut. Pasalnya, dasar lantai parit sama tingginya dengan permukaan tanah. Bahkan bagian ada yang lebih tinggi dari permukaan tanah. Selain itu parit beton juga pecah di beberapa bagian.
Akibatnya, pembangunan parit tersebut dikritik masyarakat sekitar, karena pondasi parit tersebut diduga tanpa digali alias dihamparkan saja dipermukaan tanah.Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, mengungkapkan, diduga setelah dibentangkan plastik kemudian ditumpahkan coran. Diduga diatas coran tersebut dibangun dinding kiri kanan parit dan kemudian diberi sengkang/penyangga.
Proyek parit yang menghabiskan anggaran APBD Rp 151 juta, itu dikerjakan oleh CV , MARHARA MAHA KARYA. Namun, melihat hasilnya, proyek tersebut menjadi kritikan masyarakat.
Sementara Marsal Saragih Selaku Kepala Desa Purba Sari dikonfirmasi terkait pembangunan parit di Lokasi tersebut, handphonenya tidak aktif.(Pur)














