Banner

Banner
Berita Daerah

Parengkol Kembali Beraksi di Tarutung, Puluhan Juta Raib dengan Modus Sewa Rumah Ketua Baru

266
×

Parengkol Kembali Beraksi di Tarutung, Puluhan Juta Raib dengan Modus Sewa Rumah Ketua Baru

Sebarkan artikel ini

Media Metro 24 Tarutung, — Aksi penipuan berkedok sewa rumah kembali marak terjadi di wilayah Tarutung. Kali ini, pelaku yang diduga merupakan bagian dari jaringan lama bernama “Parengkol”, kembali menelan korban dengan kerugian jutaan rupiah Senin (23/6)

Modus yang digunakan cukup lihai. Pelaku menghubungi sejumlah pegawai di pengadilan dengan mengaku sebagai pejabat baru yang akan menjabat sebagai Ketua di salah satu lembaga pengadilan setempat. Kepada para korban, pelaku mengaku sebagai seorang Ketua baru untuk tempat mencari rumah kontrakan, dan meminta bantuan untuk menyewa tempat tinggal dengan iming-iming uang akan segera dikembalikan.

Model

Salah satu korban, yang namanya disamarkan Mawar,Mirna mengaku menerima pesan dari nomor 0856-5222-384 pada Senin (23/6/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Dalam pesan tersebut, pelaku mengaku akan segera menduduki jabatan penting di lembaga pengadilan Tarutung dan meminta bantuan menyewa rumah.

Karena percaya bahwa yang bersangkutan merupakan pejabat baru, korban dan beberapa rekannya langsung mentransfer sejumlah uang. Namun setelah dana dikirim, nomor pelaku tidak bisa lagi dihubungi. Korban pun merasa tertipu.

“Saya sempat percaya karena pelaku bicara dengan gaya meyakinkan, menyebut-nyebut jabatan dan kedinasan. Tapi setelah uang dikirim, nomor langsung tak aktif,” ujar korban kepada awak media.

Dari penelusuran singkat, diketahui bahwa nomor pelaku terakhir kali terdeteksi berada di kawasan Borong-borong, namun belum ada tindakan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, para korban belum melaporkan kejadian ini secara resmi ke pihak kepolisian. Namun, masyarakat berharap agar Tim Siber Polri segera menelusuri jejak digital pelaku dan mengungkap kembali aksi penipuan yang meresahkan ini.

Kasus ini menambah daftar panjang praktik penipuan daring di wilayah Tapanuli. Warga diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap permintaan uang, terlebih dari orang yang tidak dikenal secara langsung.*(Red)