Media Metro 24 Simalungun – Ironi terjadi usai perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Meski pelaksanaan acara pada 17 Agustus 2025 berlangsung meriah, namun di balik itu tersisa persoalan serius terkait pendanaan.
Camat Tanah Jawa, Maryaman Samosir, didampingi Ketua Panitia Pelaksana Sanggam Manik, saat ditemui di Kantor Camat Tanah Jawa, Rabu (20/8/2025), mengakui bahwa secara kegiatan acara berjalan baik. Namun secara keuangan, panitia justru mengalami kerugian.
Untuk memberikan penjelasan lebih detail, Ketua Panitia menunjuk Renta, selaku Bendahara Panitia. Saat ditemui di ruang kerjanya, Renta mengungkapkan fakta mengejutkan. Dari target dana sekitar Rp70 juta, panitia hanya berhasil mengumpulkan separuhnya. Akibatnya, masih ada sejumlah tagihan yang belum bisa dibayarkan.
“Banyak instansi pemerintah di tingkat kecamatan yang tidak memenuhi target kewajiban sebagaimana direncanakan panitia. Selain itu, ada kegiatan mendadak dari pihak korwil pendidikan yang membuat panitia harus mengeluarkan biaya tambahan secara tiba-tiba, sesuai rekomendasi camat,” jelas Renta.
Ketua Panitia Pelaksana menegaskan, kondisi keuangan tidak akan berubah meski rapat evaluasi panitia bersama pihak kecamatan akan digelar pada Minggu mendatang.
Di sisi lain, sejumlah warga yang ditemui di kantin Kantor Camat Tanah Jawa merasa heran dengan kabar kerugian tersebut. Mereka mempertanyakan transparansi panitia, mengingat luasnya wilayah Kecamatan Tanah Jawa dan banyaknya perangkat pemerintahan hingga perusahaan swasta yang semestinya bisa mendukung kegiatan.
“Mungkinkah panitia bisa merugi? Kami berharap ada keterbukaan dari pihak panitia maupun kecamatan, karena cepat atau lambat semuanya akan terungkap,” ujar salah seorang warga dengan nada lugas.
Kini, publik Tanah Jawa menanti langkah konkret dari panitia dan pemerintah kecamatan untuk menjelaskan secara jujur duduk persoalan keuangan ini, agar perayaan HUT RI tidak ternodai dengan isu merugi.(Pur)












