Media Metro 24 Simalungun – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan resmi membentuk Satgas Pencegahan dan Penindakan Barang Kena Cukai Ilegal (BKC Ilegal) secara nasional. Pembentukan satgas ini menjadi bagian dari upaya masif pemerintah untuk memberantas peredaran rokok ilegal yang merugikan negara dan pelaku usaha sah.

Langkah ini disambut masyarakat Sumatera Utara, khususnya di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, yang telah lama resah dengan aktivitas jaringan rokok ilegal yang kian terang-terangan. Warga mendesak agar Satgas BKC Ilegal tak hanya menyasar pengecer kecil, tapi juga membongkar peran para big bos di balik peredaran rokok ilegal.
Tiga nama besar kembali mencuat ke publik. Mereka adalah Niko Sinaga, warga Beringin, disebut sebagai manajer wilayah rokok ilegal merek Magna dan Sky. Ia pernah digerebek saat membawa ratusan karton menggunakan mobil colt disel saat sampai dari Jawa di sergap di rumahnya ratusan karton ditemukan rokok tersebut , namun berhasil lolos setelah deking Niko telpon kepimpinan TNI.
Kemudian Sukma, yang beroperasi dari Marihat, aktif mengedarkan rokok serupa. Sementara Sarel Siregar, warga Simpang Kerang, dikenal luas sebagai bandar rokok ilegal merek ZEEZ, ABS, dan Magna. Sarel juga pernah digerebek satuan TNI, namun kasusnya meredup tanpa kejelasan.
“Jangan cuma pengecer kecil yang ditindak. Tangkap juga bos-bos besar yang dibekingi,” ucap seorang warga Siantar yang enggan disebut namanya.
Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama menegaskan bahwa Satgas BKC Ilegal dibentuk untuk mengedepankan operasi strategis yang berdampak langsung terhadap penerimaan negara. Satgas akan bekerja lintas sektor bersama penegak hukum.
“Dengan pembentukan Satgas ini, kita berharap tercipta ekosistem peredaran barang kena cukai yang legal dan berintegritas,” tegas Djaka dalam siaran persnya, Rabu (9/7).
Warga berharap Satgas ini bukan sekadar simbol, tetapi menjadi alat negara yang berani, independen, dan bersih dalam menindak para mafia rokok ilegal yang telah lama bebas beroperasi di daerah-daerah.(Red)












