Banner

Banner
Berita Daerah

Diduga Berkedok Premanisme, Pengutipan Parkir di KEK PT BASIC Meresahkan Sopir Truk

784
×

Diduga Berkedok Premanisme, Pengutipan Parkir di KEK PT BASIC Meresahkan Sopir Truk

Sebarkan artikel ini

Media Metro 24 Simalungun — Praktik pengutipan liar di kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei, tepatnya di sekitar wilayah operasional PT BASIC, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kembali menuai sorotan. Pengutipan yang dikenakan kepada sopir truk usai bongkar muatan diduga kuat berkedok premanisme.

Pantauan langsung awak media pada Selasa (8/7/2025), sejumlah sopir truk yang keluar dari area perusahaan dikenai pungutan sebesar Rp5.000 per kendaraan. Ironisnya, pengutipan tersebut dilakukan tanpa disertai karcis atau bukti resmi apa pun.

Model

Seorang pekerja lapangan berinisial SHB (45) saat dikonfirmasi mengaku bahwa pungutan itu sudah berlangsung cukup lama. “Setiap sopir ditarik uang lima ribu rupiah. Kami juga tidak tahu itu uang untuk apa. Tidak ada karcis, hanya bayar begitu saja,” ungkap SHB.

Kondisi ini membuat para sopir merasa tidak nyaman dan mempertanyakan kejelasan pungutan tersebut. Apalagi, aktivitas pengutipan dilakukan oleh pihak yang tidak jelas identitas maupun kewenangannya. Tak jarang, mereka mengatasnamakan organisasi buruh untuk melegalkan aksi tersebut.

“Kalau ini memang resmi, harusnya ada dasar hukum dan pengelolaan yang transparan. Jangan hanya mengatasnamakan SPSI atau organisasi lain, tapi praktiknya seperti premanisme,” tambah SHB.

Lebih parah lagi, berdasarkan penelusuran, praktik serupa juga ditemukan di beberapa titik lainnya dalam kawasan KEK Sei Mangkei. Para pengutip hanya datang mengambil uang tanpa memberikan pelayanan atau tanggung jawab apapun—seolah menjadikan parkir sebagai ladang pungutan liar.

Masyarakat dan pekerja mendesak manajemen perusahaan serta aparat penegak hukum, khususnya Polsek Bosar Maligas, untuk segera menindaklanjuti dugaan praktik ilegal tersebut. Mereka berharap kondisi keamanan dan kenyamanan kerja di kawasan ekonomi khusus dapat dijaga.

“Jangan sampai tindakan liar ini mencoreng citra kawasan industri berskala nasional seperti KEK Sei Mangkei. Ini kawasan strategis, bukan tempat subur untuk pungli dan premanisme,” tegas warga yang enggan disebut namanya.

“Selaku Manager PT kinra Bapak Misran mengatakan,PT Kawasan Industri Nusantara (PT KINRA) sebagai pengelola KEK Sei Mangkei tidak mentolerir segala bentuk kutipan liar. Adanya informasi ini akan kami tertibkan dan tuntaskan bekerja sama dengan pihak pengamanan terkait melalui BKO (Bantuan Kendali Operasi) yang bertugas langsung di dalam KEK Sei Mangkei) dari Koramil Bosar Maligas, Polsek Bosar Maligas dan Satuan Objek Vital Nasional Polres Simalungun.,”bebernya melalui whathpp (Red)