Banner

Banner
Berita Daerah

Ritual Tolak Bala Kembali Digelar Warga Banjar di Simalungun

463
×

Ritual Tolak Bala Kembali Digelar Warga Banjar di Simalungun

Sebarkan artikel ini


Media Metro 24 Simalungun – Warga Kampung Banjar, Desa Talun Saragih, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, kembali menggelar ritual tolak bala pada Rabu (20/8). Tradisi sakral ini rutin dilaksanakan masyarakat setempat setiap bulan Safar, dan kali ini menjadi istimewa karena terakhir kali diadakan sekitar 40 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1985 dan kita teruskan sampai sekarang

Ritual yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat suku Banjar asal Kalimantan ini memiliki keunikan tersendiri. Makanan utama dalam acara adalah umbut atau pondoh pohon kelapa yang dimasak khusus oleh kaum laki-laki. Perempuan tidak diperkenankan ikut memasak hidangan tersebut.

Model

Usai prosesi doa bersama, warga kemudian menyantap hidangan secara beramai-ramai. Setelah itu, seluruh peserta turun ke sungai untuk mandi bersama sebagai simbol penyucian diri serta permohonan kepada Allah agar terhindar dari bala dan penyakit.

“Menurut orang tua kita, mandi bersama ini dipercaya dapat menghilangkan aura negatif yang menempel pada tubuh kita,” ujar Abdul Rauf, salah satu tokoh masyarakat.

Ia menegaskan, ritual ini tidak bisa digelar sembarangan. “Acara tolak bala harus dilakukan pada hari Rabu, tidak boleh di hari lain. Itu sudah menjadi ketentuan adat kami,” tambahnya.

Bagi masyarakat Kampung Banjar, pelaksanaan kembali ritual ini merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur serta pengingat akan pentingnya menjaga tradisi sekaligus mempererat kebersamaan warga.(Jay,s)