Media Metro 24 Simalungun | Dugaan penyimpangan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali memicu kegelisahan publik. SPBU yang berada di Jalan Rajamin Purba No. 14, Kelurahan Dolok Marangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan tajam usai aktivitas pengisian BBM subsidi ke dalam jeriken berlangsung secara terang-terangan, Selasa (29/7/2025) sekira pukul 12.45 WIB.
Dalam pantauan langsung tim media, terlihat sejumlah kendaraan, termasuk mobil pickup jenis Grandmax, membawa puluhan jeriken untuk mengisi BBM jenis Pertalite dan Solar. Aktivitas itu berlangsung leluasa tanpa pengawasan ketat dari pihak SPBU maupun aparat penegak hukum. Tak ayal, muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat: “Apakah distribusi BBM subsidi ini masih sesuai sasaran dan alokasi yang ditetapkan?”
Petugas SPBU Bungkam Saat Dikonfirmasi
Upaya konfirmasi terhadap pihak SPBU berakhir buntu. Salah satu petugas menolak menjawab pertanyaan wartawan dengan dalih sedang bekerja.
> “Surat-suratnya ada bang, tapi saya nggak bisa diganggu. Saya lagi kerja,” ujar petugas singkat, tanpa memberikan akses kepada pihak kantor atau atasan yang bisa dimintai keterangan.
Ironisnya, saat ditanya siapa yang bisa dikonfirmasi dari manajemen SPBU, petugas justru menyebut semua pihak kantor sedang tidak berada di tempat.
Warga Desak Penegakan Hukum: Ada Dugaan Pelanggaran SOP Pertamina
Masyarakat sekitar Dolok Marangir menduga kuat telah terjadi pelanggaran terhadap prosedur operasi standar (SOP) Pertamina. BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro, diduga justru dijual bebas dalam jumlah besar kepada pihak yang tak jelas legalitasnya.
“Ini sudah bukan rahasia umum lagi. Setiap minggu kami lihat jeriken-jeriken itu diangkut masuk, keluar. Kalau dibiarkan, ini jelas-jelas bentuk penyalahgunaan,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Polsek Serbelawan dan Tipidter Polres Simalungun Didesak Bertindak
Warga mendesak Polsek Serbelawan dan Unit Tipidter Polres Simalungun tidak tinggal diam atas dugaan pelanggaran yang terjadi di SPBU tersebut. Tindakan cepat sangat diharapkan, mengingat BBM subsidi merupakan program pemerintah yang dananya bersumber dari APBN.
“Kalau ini dibiarkan, lama-lama subsidi dari negara habis diputar mafia. Aparat harus turun tangan sebelum kepercayaan publik benar-benar hilang,” tegas tokoh masyarakat setempat(tim)












