Media Metro Simalungun, – Peredaran narkotika jenis sabu-sabu di kawasan Bukit Maraja, tepatnya di daerah Palang Belakang, membuat masyarakat resah. Informasi yang dihimpun dari warga, aktivitas haram tersebut diduga dikendalikan oleh seorang pria berinisial Ari yang disebut-sebut sebagai bos, dengan anggota bernama Klana, Epin, Puun, Sakuda, dan Bayu.
Warga menyebut, selain maraknya peredaran sabu, dampak negatifnya sudah mulai dirasakan. Beberapa warga yang diduga memakai barang haram tersebut kini terjerat masalah, mulai dari kehilangan barang-barang hingga meningkatnya kasus pencurian di sekitar lokasi Jumat (15/8l.
“Banyak warga di sini sudah coba barang itu, makanya sekarang rawan pencurian. Kami sudah sangat resah,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masyarakat berharap pihak kepolisian segera mengambil langkah tegas.
Terkait laporan warga Kapolsek Bangun, AKP R. Simarmata menanggapi dengan serius” Siap, trimakasih atas informasinya, akan kita lakukan Penyelidikan👍🙏 terkait laporan dari warga tersebut.
Warga mendesak aparat untuk menutup jaringan peredaran sabu ini sebelum merusak generasi muda di Bukit Maraja dan sekitarnya.(Red)












