
MEDIA METRO 24 Siantar – Warga Kota Pematangsiantar dibuat heboh setelah beredar kabar bahwa minyak goreng bersubsidi Minyakita dalam kemasan 1 liter ternyata hanya berisi 750 mililiter. Temuan ini menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat, terutama para pedagang dan konsumen yang mengandalkan Minyakita untuk kebutuhan sehari-hari.
Nsr , seorang pedagang di Pematangsiantar, mengaku kecewa dengan kejadian ini. Menurutnya, pemerintah kembali kecolongan dalam pengawasan barang kebutuhan pokok.
“Mulai dari gas elpiji 3 kg, harga pertamax, sampai minyak goreng subsidi, semuanya selalu ada masalah. Lagi-lagi yang dirugikan masyarakat kecil, sementara keuntungan tetap ada di tangan mereka yang di atas,” keluh nasir pada Selasa (11/3).
Keluhan serupa juga disampaikan san, seorang pedagang di Pasar Dwikora Pematangsiantar. Ia menyebut penjualan Minyakita mengalami penurunan setelah kabar ini mencuat. Banyak konsumen yang memilih beralih ke merek lain meskipun harganya lebih mahal.
“Ibu-ibu jadi ragu, takut isinya kurang seperti yang diberitakan. Beberapa pelanggan tetap masih ada, tapi mereka sekarang lebih berhati-hati, bahkan ada yang menimbang dulu sebelum membeli,” ungkapnya.
Sebagai pengguna Minyakita di rumahnya sendiri, Santi merasa kecewa dan berharap ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap oknum yang bertanggung jawab.
Pemko dan Polisi Siap Bertindak jangan menunggu viral baru sidak turun kelokasi .
Kasus ini menambah daftar panjang permasalahan bahan pokok yang merugikan masyarakat. Warga berharap tindakan tegas benar-benar diambil, bukan sekadar janji.(Gar )














