Banner

Banner
Berita Daerah

Jalan Provinsi Siantar–Perdagangan Rusak Berat, Pengendara Keluhkan Lubang Menganga

19
×

Jalan Provinsi Siantar–Perdagangan Rusak Berat, Pengendara Keluhkan Lubang Menganga

Sebarkan artikel ini

Media Metro 24 SIMALUNGUN -Kondisi ruas jalan provinsi Siantar–Perdagangan tepatnya di kawasan Simpang Kalvin, Marihat Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan. Kerusakan jalan yang semakin parah dinilai membahayakan pengendara, terlebih saat hujan turun dan lubang tertutup genangan air.

Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan dipenuhi lubang besar, aspal mengelupas, serta kubangan air yang membuat kendaraan harus melaju perlahan dan bergantian melintas. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.

Model

Ruas Siantar–Perdagangan sendiri diketahui merupakan salah satu jalur vital penghubung Kota Pematangsiantar dengan wilayah Perdagangan dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Simalungun. Kerusakan yang berkepanjangan dinilai berdampak terhadap aktivitas masyarakat hingga distribusi barang dan jasa.

“Kalau hujan, lubangnya tidak terlihat karena tertutup air. Sangat berbahaya, apalagi bagi pengendara sepeda motor,” ujar Dwi, warga sekitar, Rabu (20/5).

Keluhan juga datang dari para sopir angkutan yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Mereka mengaku harus ekstra hati-hati karena kedalaman lubang sulit diperkirakan akibat genangan air.

Di tengah kondisi jalan yang rusak, pengguna jalan turut menyoroti adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) di sekitar lokasi. Sejumlah orang disebut kerap membantu mengarahkan kendaraan melewati sisi jalan yang dianggap lebih aman, kemudian meminta sejumlah uang kepada pengendara.

“Ada yang kasih arahan supaya kendaraan tidak masuk lubang, tapi setelah lewat diminta uang suka rela ,” ungkap seorang pengemudi yang enggan disebutkan identitasnya. Di lokasi banyak pengendara yang terjatuh akibat mengelakan lobang bahkan sebut warga pengendara yang melintas sering terjebak dengan lobang lobang di sepanjang jalan dan sangat membahayakan bagi pengendara .

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera turun tangan melakukan perbaikan permanen terhadap ruas jalan tersebut. Selain itu, aparat penegak hukum juga diminta menindak tegas apabila ditemukan praktik pungli yang merugikan pengguna jalan.

Warga menilai pembiaran terhadap kondisi jalan rusak itu bukan hanya memperparah kerusakan infrastruktur, tetapi juga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan di salah satu jalur utama. Jangan tunggu ada korban baru dibenahi beber ,” br Sinaga (red)