Warga Desak Kapolres Simalungun Bertindak Tegas
Media Metro 24 Simalungun –
Warga Kabupaten Simalungun kembali dibuat resah oleh maraknya dugaan peredaran narkotika jenis sabu di sejumlah wilayah, termasuk Bukit Maraja, Dosin, Bulok, dan Tapel. Aktivitas peredaran barang haram ini disebut-sebut telah berlangsung cukup lama dan dinilai semakin merusak generasi muda di daerah tersebut.
Dua nama yang mencuat sebagai bandar besar dalam jaringan ini adalah Nanang dan Daniel, yang dikabarkan menguasai wilayah Bukit Maraja. Sementara untuk wilayah Dosin, Bulok, dan Tapel, warga menyebut aktivitas mereka juga cukup dominan.
Menurut keterangan warga yang ditemui pada Jumat (25/7), Nanang diduga menjadi pengendali utama peredaran sabu, sedangkan Daniel – warga Pasar Lama yang dikenal sebagai mantan suami dari Vivi (disebut pernah terlibat kasus narkoba) – diduga berperan sebagai tangan kanan sekaligus pengatur distribusi sabu di lapangan.
Tak hanya itu, seorang perempuan berinisial RN alias Rena juga turut disebut. RN diduga berperan sebagai kurir yang kerap mengambil sabu dari tangan Nanang dan mengedarkannya ke berbagai titik, khususnya Dosin, Bulok, dan Tapel.
“Kalau hanya kurir yang ditangkap, jaringannya tetap hidup. Yang di atas seperti Nanang dan Daniel itu yang harus ditindak,” ujar salah satu warga, yang meminta agar identitasnya tidak dipublikasikan demi keamanan.
Warga Minta Tim Khusus Narkoba Dibentuk Kembali
Warga berharap kepada Kapolres Simalungun yang baru, AKBP Marganda Aritonang, agar segera membentuk tim khusus anti-narkoba, seperti yang pernah dibentuk oleh Kapolres sebelumnya, AKBP Choky Sentosa Meliala. Mereka menilai pembentukan tim ini penting demi memutus jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.
“Kalau dibiarkan terus, generasi muda di kampung kami hancur. Kami sangat berharap Kapolres baru lebih tegas dan berani,” ujar warga lainnya.
Perlu Penyelidikan Serius
Informasi yang disampaikan masyarakat ini masih perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Warga juga menyarankan agar dilakukan penyelidikan tertutup guna menghindari kebocoran informasi yang dapat menggagalkan proses penindakan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Simalungun belum memberikan tanggapan resmi terkait nama-nama yang disebutkan dalam laporan warga tersebut(Tim)












