Media Metro 24 SIBOLGA | Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) Sibolga terus mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran di daerah. Salah satunya melalui kegiatan capacity building dan sosialisasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang digelar bagi perangkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Sibolga, Rabu (16/7).
Kepala KPw BI Sibolga, Riza Putera, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman aparatur pemerintah mengenai manfaat dan tata kelola ETPD. “Digitalisasi transaksi pemerintah daerah sangat penting untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mempercepat realisasi APBD, yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional,” ujar Riza di Graha Aulia BI Sibolga.
Ia mengungkapkan, meski indeks ETPD Sibolga telah mencapai 93,5% pada semester II 2024, angka tersebut menurun 0,75% dibanding tahun sebelumnya. Oleh karena itu, BI mendorong Pemkot Sibolga untuk terus memperkuat kinerja TP2DD, terutama dalam aspek realisasi transaksi non tunai seperti pajak dan retribusi.
Sementara itu, dalam championship penilaian TP2DD tahun 2024, posisi Sibolga turun dua peringkat menjadi peringkat 23 dari 34 kota di Pulau Sumatera. Riza menegaskan perlunya penguatan pada tiga aspek utama: proses, output, dan outcome.
“Melalui sinergi dengan BPKAD Sibolga, kami berharap kegiatan ini mampu memberikan edukasi mendalam serta mendorong perangkat daerah untuk lebih aktif mengedukasi masyarakat dalam mendukung digitalisasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, transaksi pembayaran digital di Sibolga dan Tapanuli Tengah terus mengalami pertumbuhan. Hingga Mei 2025, total transaksi menggunakan QRIS mencapai Rp98,6 miliar, meningkat 57,17% dari tahun sebelumnya, dengan rata-rata Rp19,7 miliar per bulan. Jumlah merchant QRIS juga meningkat menjadi 27,4 ribu, didominasi oleh pelaku UMKM.
“Ini menunjukkan akseptasi masyarakat terhadap digitalisasi terus meningkat. Namun, tantangan masih ada, terutama kesenjangan pemahaman dan kesadaran di tingkat daerah,” jelas Riza.
Untuk itu, BI Sibolga akan terus melakukan fasilitasi melalui rapat koordinasi, pelatihan, hingga sosialisasi publik guna mengoptimalkan implementasi ETPD di Sibolga.

“Melalui kegiatan ini, kami harapkan sinergi antara OPD, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta seluruh anggota TP2DD semakin kuat. Ini adalah kunci utama terwujudnya pemerintahan digital yang profesional, transparan, dan akuntabel,” pungkas Riza. (Riz)














