MEDIA METRO 24 SIANTAR — menunjukkan pukul 21.00 WIB. Suasana malam di Jalan Rakutta Sembiring, Siantar Martoba, tampak seperti biasa—ramai, bising, penuh lampu warna-warni. Tapi di balik gemerlap itu, keresahan warga membuncah. Malam ini, harapan mereka sederhana: razia tak zonk lagi seperti sebelumnya.
Dugaan keterlibatan Tempat Hiburan Malam (THM) EVO Star dalam aktivitas peredaran narkotika jenis ekstasi dan happy five (H5) kembali menjadi sorotan panas. Tempat yang diduga kuat jadi sarang peredaran narkoba itu kini juga diisukan memiliki kaitan dengan oknum aparat aktif—seseorang yang konon pernah tersandung kasus sabu, namun ajaibnya masih berkeliaran bebas. Kini, dia justru disebut-sebut berada di balik bisnis hiburan malam yang dinilai penuh penyimpangan tersebut.
Pantauan tim media pada Rabu malam (23/4)memperlihatkan aktivitas di EVO Star tetap berjalan normal, seolah tak terganggu oleh isu yang terus bergulir. Pengunjung lalu-lalang, dentuman musik menggema, dan wanita-wanita berpakaian minim terlihat keluar-masuk untuk menemani tamu.
“Ini meresahkan! Di sekitar sini ada sekolah Advent, tapi tiap malam kami lihat pemandangan yang tak pantas. Kami muak!” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Lebih dari sekadar keresahan, warga kini benar-benar menuntut tindakan tegas. Mereka mempertanyakan peran aparat, khususnya Polres Pematangsiantar, yang dinilai terlalu lembek menghadapi persoalan serius ini.
Menanggapi isu tersebut, Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar AKP JH Pardede hanya memberikan jawaban singkat, “Masih kita dalami ya, Bang.”
Namun jawaban itu jelas tak cukup. Desakan demi desakan muncul, bahkan meminta Mabes Polri dan TNI untuk turun langsung jika aparat lokal tak mampu bertindak.
“Kalau polisi di Siantar tak sanggup, biar pusat yang turun. Jangan biarkan generasi muda hancur karena narkoba!” tegas warga lainnya.
Warga menyatakan tak akan tinggal diam. Bila tak ada tindakan tegas, mereka siap turun langsung dan mendesak penutupan permanen THM EVO Star.
Malam ini, satu suara menggema di Siantar: jangan zonk lagi (tim)














