Banner

Banner
Berita Daerah

Bukan Sekadar Rapat, Babinsa Kawal Musyawarah Nagori Batu Silangit agar Pembangunan Tepat Sasaran

3
×

Bukan Sekadar Rapat, Babinsa Kawal Musyawarah Nagori Batu Silangit agar Pembangunan Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

Media Metro 24Simalungun — Perencanaan pembangunan di tingkat nagori tidak cukup hanya disusun di atas kertas. Kebutuhan masyarakat harus menjadi pijakan utama agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi warga. Semangat itulah yang mengemuka dalam Musyawarah Rencana Kerja Pemerintahan Nagori (Musrenbang Nagori) Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Selasa (22/9/2026).

Babinsa Koramil 05/Serbelawan Kodim 0207/Simalungun, Serka Adi Syahputra, turut hadir mengikuti jalannya musyawarah bersama unsur pemerintahan nagori, kecamatan, pendamping desa serta masyarakat.

Model

Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas dan menyusun arah program kerja pemerintahan Nagori Batu Silangit, termasuk berbagai kebutuhan pembangunan yang dinilai menjadi prioritas masyarakat.

Hadir dalam kegiatan itu Pangulu Nagori Batu Silangit, Ketua Maujana Wagianto, Kasi Trantib Kecamatan Tapian Dolok Ruslianto, Pendamping Desa Afrizal Damanik, para Maujana, Gamot Nagori Batu Silangit, Bidan Desa serta ibu-ibu PKK.

Keterlibatan Babinsa menjadi bagian dari sinergi kewilayahan antara TNI dan pemerintah nagori dalam mendukung proses pembangunan sekaligus menjaga komunikasi dengan masyarakat.

Serka Adi Syahputra mengikuti pembahasan secara langsung agar berbagai program yang direncanakan dapat berjalan selaras dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah binaannya. Musyawarah juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan. Pemerintah nagori bersama lembaga nagori dan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, menyusun skala prioritas, serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Bagi Babinsa, keterlibatan dalam kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah. Kehadiran di tengah masyarakat bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga dalam proses merancang pembangunan sejak dari tingkat nagori.

Dengan komunikasi dan sinergi yang terbangun, diharapkan rencana kerja yang dihasilkan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi dapat diwujudkan menjadi program yang menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung.
Dari ruang musyawarah nagori, pembangunan dimulai dari mendengar kebutuhan warga.(Pendim0207/SML).