Banner

Banner
Berita Daerah

TIKAM Tanjung Balai Geruduk Kantor PNM ULAMM Siantar, Dugaan Fraud Disorot Keras

50
×

TIKAM Tanjung Balai Geruduk Kantor PNM ULAMM Siantar, Dugaan Fraud Disorot Keras

Sebarkan artikel ini

Media Metro 24 SIANTAR – Aksi unjuk rasa Tim Khusus Aktivis Masyarakat (TIKAM) Tanjung Balai mengguncang Kantor PNM ULAMM Cabang Kota Pematangsiantar, Selasa (14/4/2026) pagi.
Sekitar pukul 10.00 WIB, massa aksi yang dipimpin M. Adam Harahap dengan penanggung jawab Zuanda mendatangi kantor di Jalan Rajamin Purba, Kelurahan Bantan , Kecamatan Siantar Barat. Meski hanya sekitar lima orang, aksi berlangsung tegas dengan spanduk dan pengeras suara.
Tampak di lokasi, aksi mendapat pengamanan ketat dari Babinsa Siantar Barat kelurahan Bantan Serka Suherdi dan personel Polres Pematangsiantar guna memastikan situasi tetap kondusif.
Dalam orasinya, TIKAM menyoroti dugaan praktik kecurangan (fraud) di tubuh PNM ULAMM Tanjung Balai yang disebut dilakukan secara terstruktur dan sistematis.
Desak Kapolda Turun Tangan
Massa mendesak Polda Sumatera Utara untuk segera membentuk tim khusus guna mengusut dugaan kejahatan tersebut. Mereka menilai ada indikasi praktik korupsi bersama hingga dugaan pemalsuan dokumen.
TIKAM juga meminta pimpinan cabang segera memeriksa dan menindak tegas seluruh karyawan yang terlibat. Bahkan, mereka menegaskan agar pimpinan cabang mundur jika dinilai gagal menjalankan pengawasan.
Selain itu, aparat penegak hukum didesak untuk memanggil pimpinan cabang PNM ULAMM Siantar yang diduga lalai dan membiarkan praktik tersebut terjadi.
PNM Beri Tanggapan
Sekitar pukul 10.45 WIB, massa diterima oleh pihak manajemen yang diwakili Guntur selaku manajer bagian penagihan. Dalam keterangannya, pihak PNM ULAMM menyebut aspirasi telah diterima pimpinan cabang.
Manajemen mengklaim telah mengambil langkah internal, termasuk mutasi Kepala Unit Tanjung Balai ke posisi lebih rendah. Pemeriksaan juga disebut tengah dilakukan di seluruh unit guna mencegah kejadian serupa.
Terkait permasalahan tersebut, PNM ULAMM menyatakan telah dilakukan penyelesaian secara damai antara pihak terkait dan nasabah, serta telah dikomunikasikan dengan pihak kepolisian di Tanjung Balai.
Aksi Berakhir Kondusif
Aksi berakhir sekitar pukul 11.10 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Massa membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan.

Meski berlangsung singkat, TIKAM menegaskan akan terus mengawal dugaan kasus ini hingga tuntas dan meminta aparat tidak tutup mata terhadap persoalan yang dinilai merugikan masyarakat luas.(Red)