Banner

Banner
Berita Daerah

Banjir dan Longsor Terparah di Tapteng, Korban Meninggal di Sumatera Utara Tembus 176 Jiwa

58
×

Banjir dan Longsor Terparah di Tapteng, Korban Meninggal di Sumatera Utara Tembus 176 Jiwa

Sebarkan artikel ini

Media Metro 24 Tapanuli Tengah
Jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor besar yang melanda Sumatera Utara terus bertambah. Polda Sumatera Utara kembali merilis data terbaru hingga Minggu (30/11/2025) pukul 09.00 WIB. Total 176 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 160 orang lainnya masih dalam pencarian.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah membuka akses wilayah yang masih terisolasi dan mempercepat penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak.
“Dampak kemanusiaan meluas. Total ada 1.090 korban, terdiri dari 176 meninggal dunia, 32 luka berat, 722 luka ringan, dan 160 masih hilang. Sebanyak 30.445 warga terpaksa mengungsi, ” ujar Ferry dalam keterangan resminya.
Bencana Melanda 21 Wilayah, Tapteng Terparah
Sejak musibah terjadi Senin (24/11/2025) lalu, total 503 kejadian bencana tercatat di 21 wilayah hukum Polres jajaran Polda Sumut. Rinciannya:
166 kejadian tanah longsor,315 kejadian banjir,20 pohon tumbang,2 angin puting beliung,
Dari keseluruhan wilayah terdampak, Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi lokasi terparah dengan 691 korban, terdiri dari:
47 meninggal dunia,18 luka berat,575 luka ringan
Wilayah terparah lainnya ialah:
Tapanuli Selatan,47 meninggal dunia,5 luka berat,138 luka ringan,28 orang masih hilang
Kota Sibolga 33 meninggal dunia
56 orang masih dalam pencarian
Ribuan Personel Dikerahkan
Hingga hari ini, 3.843 personel gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, dan instansi terkait dikerahkan untuk
membuka akses jalan dan jembatan yang terputus
Ferry menegaskan bahwa Kapolda Sumut memerintahkan percepatan distribusi logistik.
“Setiap menit sangat berarti bagi para pengungsi. Instruksi Bapak Kapolda sangat jelas: percepat distribusi, buka akses, dan pastikan semua wilayah terpenuhi kebutuhannya,” ujarnya.
Banyak daerah masih belum dapat dijangkau akibat jalan dan jembatan ambruk diterjang banjir serta longsor. Helikopter, kapal, dan alat berat dikerahkan untuk mencapai titik-titik sulit.
Sementara itu, puluhan ribu warga kini tinggal di lokasi pengungsian, sangat membutuhkan sandang, pangan, dan papan.
Di tengah keterbatasan yang dialami, warga berharap perhatian pemerintah pusat dan daerah segera mengalir ke semua lokasi yang terdampak berat, terutama Tapteng, Sibolga, Tapsel, dan kawasan pedalaman lainnya.

Bencana ini menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir di Sumatera Utara, dengan skala kerusakan dan jumlah korban yang terus bertamban(red/kom)