Banner

Banner
Berita Daerah

4 Bulan Pasca Bencana, DPRD Tapteng Temukan Bantuan Bencana Menumpuk di Kantor Bupati

26
×

4 Bulan Pasca Bencana, DPRD Tapteng Temukan Bantuan Bencana Menumpuk di Kantor Bupati

Sebarkan artikel ini

TAPTENG MEDIA METRO 24-DPRD Tapteng menemukan bantuan bencana yang menumpuk di Kantor Bupati Tapteng, tepatnya di Posko penanganan bencana yang ada di gedung baru Kantor Bupati Tapteng, yang belum rampung dibangun, Rabu (25/3/2026).

Tumpukan bantuan tersebut ditemukan saat 4 anggota dewan menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) setelah memperoleh informasi dari masyarakat.

Di Posko Penanggulangan bencana tersebut, ditemukan tumpukan tempat tidur yang jumlah tidak sedikit. Kemudian, susunan box berisi perlengkapan bayi. Ada juga, tumpukan paket makanan yang jumlahnya diperkirakan serbuan lebih.

Ada lagi tumpukan sirup yang diperkirakan berjumlah seratusan kotak, serta angkong atau gerobak sorong yang di susun di parkiran kantor BPKPAD Tapteng, yang tak jauh dari Posko Penanggulangan Bencana.

Yang lebih membingungkannya, pada sidak tersebut juga ditemukan tumpukan kayu yang sudah jadi. Kayu ini diduga berasal dari lokasi bencana.

Dalam keterangan persnya, 4 anggota DPRD tersebut diantaranya, Ardino Tarihoran, Niko Septian Sitompul dan Musliadi Simanjuntak, dari Fraksi NasDem, dan Deni Herman Hulu dari Fraksi Gerindra mengaku sangat menyayangkan penumpukan bantuan yang dilakukan oleh Pemkab Tapteng tersebut.

“Hari ini kami sidak menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat yang masuk kepada kami terkait bantuan bencana yang belum disalurkan. Dan setelah kami cek, memang benar masih banyak bantuan yang menumpuk di gedung kantor bupati baru. Kita tidak tahu apa alasan Pemkab belum menyalurkan bantuan tersebut,” ujar Ardino.

Menurut Ardino, ada sekitar 21 jenis bantuan yang mereka temukan menumpuk di Kantor Bupati Tapteng tersebut.

“Ada sekitar 21 item yang kami lihat di dalam kontener. Kita tidak tahu apa alasannya bantuan itu belum disalurkan. Selain itu juga, ditemukan gerobak sorong atau angkong dengan jumlah banyak. Ada juga kayu yang sudah diolah dan kami duga itu kayu banjir,” ungkapnya.

Musliadi Simanjuntak meminta kepada Pemkab Tapteng agar secepatnya menyalurkan bantuan tersebut.

Karena hingga kini, meski sudah 4 bulan pasca bencana, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Saat ini kan musim hujan, banyak masyarakat membutuhkan angkong untuk membersihkan rumah atau pemukiman warga. Seharusnya alat tersebut sudah disalurkan kepada masyarakat bukan disimpan di sini. Kita nanti akan tanyakan hal ini ke Pemkab kenapa belum disalurkan,” tukas Musliadi.

Musliadi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa berlaku barang bantuan berupa makanan dan perlengkapan bayi, bila tidak segera disalurkan.

Sehingga, dia mendesak agar Pemkab Tapteng secepatnya menyalurkannya ke lokasi bencana yang membutuhkan.

Terkait kayu hasil olahan yang menumpuk, Deni Herman Hulu selaku Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tapteng meminta Pemkab Tapteng agar transparan, dari mana sumber kayu tersebut.

“Kita kaget juga melihat banyaknya tumpukan kayu olahan yang ada disana. Apakah itu kayu yang terbawa banjir yang sudah diolah, atau kayu dari mana. Itu perlu dijelaskan oleh Pemkab Tapteng atau dijelaskan Bupati Masinton agar masyarakat tahu dari mana dan untuk apa kayu tersebut. Karena banyak masyarakat yang membutuhkan kayu untuk membangun rumah mereka,” tegas Deni.

Hasil dari sidak DPRD tersebut kata Niko Septian Sitompul menambahkan, akan disampaikan kepada pimpinan DPRD Tapteng untuk ditindaklanjuti.

“Kita belum tahu apakah bantuan itu sengaja disimpan atau bagaimana ceritanya. Yang jelas apa yang disampaikan masyarakat bahwa ada bantuan yang belum disalurkan, itu terbukti dari hasil sidak kami. Kita tunggu transparansi dari Pemkab Tapteng, sehingga masyarakat jelas mengetahui,” ucap Niko. (ts)